[Ficlet] Infelix

moodboard_seowoo

INFELIX

For heaven’s sake, Jooyeon hanya kelewat tak mengerti akan persepsi macam apa yang mendasari pemikiran Pak Choi saat ini.

Infelix from Roman –means unfortunate ; tidak beruntung.

– aiveurislin’s masterpiece © 2016 ; Cha Eunwoo & Son Jooyeon ; a ficlet counts 666 words include romance, fluff, school life things for teenager

Picture © aiveurislin


Jooyeon merenggut, memaki dalam hati eksistensi pemilik nama Cha Eunwoo yang tengah memaku atensi padanya di seberang meja. Sialan! Jooyeon bahkan tak kunjung tertarik dengan ulasan materi Hukum Gay-Lussac yang sedari tadi menjadi objek tujunya. Entah mengapa visualisasi Eunwoo yang sedang membaca buku kini menarik grafik kuriositasnya. Padahal, aktivitas menghitung semut bahkan jauh lebih menarik daripada menjadi pengamat-dalam-diam pemuda itu. Cih, meliriknya nol koma satu detik saja ia tak akan sudi, asal kautahu saja.

Aish, apa-apaan ini?! Pak Choi dengan seenak jidatnya menugaskan Eunwoo untuk menjadi mentornya! Atas dasar apa beliau menugaskan anak didik kesayangannya itu untuk menemani tiga jam waktunya belajar fisika? Yeah, ia tahu kalau otaknya punya problematika dengan si sejuta rumus itu, tapi ‘kan ia masih bisa meminta Hwang Eunbi atau Kim Mingyu untuk mengajarinya. Lagipula sepertinya Pak Choi tahu bahwa ia juga mengikuti tambahan pelajaran di bimbingan belajar. So, beliau tidak usah repot-repot mengutus si Penguin Antartika yang dianugerahi gelar Master of Physics ini untuk menjelma jadi mentornya.

For heaven’s sake, Jooyeon hanya kelewat tak mengerti akan persepsi macam apa yang mendasari pemikiran Pak Choi saat ini.

Cukup sudah! Jooyeon muak melihat wajah si Gay-Lussac yang memenuhi hampir setengah halaman yang sedang dibacanya ini. Dirinya menuntaskan ancang-ancang untuk rehat sejenak dengan menelisir perpustakaan. Siapa tahu ada hal yang bisa menarik intuisi sensorisnya dari kepenatan.

Gadis itu bangkit setelah menutup bukunya. Setengah detik kemudian, sebuah tangan meraihnya alih-alih menjeda sesaat implementasi gerak kedua tungkainya. Gadis beridentitas Son Jooyeon itu mengerling malas lalu membebaskan segumpal karbon ke atmosfer, satu tarikan napas agaknya cukup untuk mengumbar aksara penukar interpretasi tersirat milik Eunwoo, “Aku ingin mencari referensi buku yang lain. Jadi tolong lepaskan.”

“Son Jooyeon!”

“Aku tidak akan berbohong padamu, Cha Eunwoo!” sentak Jooyeon membantah spekulasi yang muncul di benak Eunwoo. Pemuda itu pun melepas kontak raba alih-alih menancapkan fokusnya pada sosok yang semakin memperlebar jarak puluhan meter darinya; antisipasi saja kalau si pengampu Son itu sampai melarikan diri.

Oh, rasanya kadar oksigen di ruangan ini minim sekali! Padahal tempat ini hanya terisi tiga makhluk hidup; Jooyeon, Eunwoo, dan Ibu Park –sang juru kunci perpustakaan. Asalkan tidak menghitung populasi cicak atau nyamuk pun Jooyeon kira problema mengenai ketersediaan oksigen tidak akan menjadi masalah. Ah entah kapan lagi ia bisa menghirup udara tanpa merasakan gerah berkepanjangan seperti saat ini. Apalagi jika ia menjajaki teritori Cha Eunwoo. Aish, bocah menyebalkan itu!

Kedua tungkai gadis itu mencanangkan destinasi pada sekumpulan buku di naungan rak bertuliskan ‘Fictionals’. Telunjuknya pun sudah bergerilya, mengidentifikasi kumpulan sastra prosa terjemahan mana yang menarik perhatiannya. Hingga saat radarnya menelisik sampai bagian paling atas rak, ia menemukan sebuah karya sastra legendaris China yang pernah Cheng Xiao referensikan untuknya; Dream of The Red Chamber*.

Tubuh ramping setinggi lima setengah kaki Jooyeon tak mampu menjangkaunya, berjinjit pun tak cukup membantu. Gadis itu lalu memijak kaki kanannya di tingkatan pertama rak. Pun akhirnya, ia berhasil menggapainya. Akan tetapi pijakannya yang diterapkannya tak begitu kuat. Alhasil, gadis itu pun terhuyung kehilangan keseimbangan.

Sebelum punggungnya sempat menyentuh lantai, Eunwoo dengan sigap menolongnya dengan mengulur lengannya untuk menahan punggungnya. Seketika itu juga tatapan mereka saling bertubrukan membentuk segaris bujur hingga membiaskan sebaris ilusi dalam imajiner Jooyeon.

Gadis Son itu seketika kehilangan fokus pandangnya. Terhitung sepuluh detik sudah momen itu berlalu. Namun agaknya gadis itu masih mengumpulkan nyawa yang terlanjur terbang sampai langit ketujuh. Perawakan Eunwoo yang kelewat kaku malah membuat pipinya semakin bersemu. Ia malu.

Ah, jadi novel ini yang kaumaksud sebagai referensi buku?”

Jooyeon mengerjap, menyadari bahwa segenap nyawanya telah kembali menancap. Untuk beberapa detik, ia seakan amnesia akan presensi Eunwoo di belakang. Sembari menghela napas berat untuk yang kesekian kalinya, gadis itu bersiap mengudarakan konfrontasi alih-alih memicu percikan perkelahian di antara mereka.

Eunwoo menepukkan novel itu di kening Jooyeon, serta-merta membuat amarah gadis itu memuncak lalu merebut benda itu dari tangan besarnya dengan kasar, “I see. Oke, Son Jooyeon, sebaiknya nikmati waktu luangmu saat ini karena weekend nanti akan kupastikan satu skedul untuk bertemu denganmu.”

Oh tidak, Dewi Fortuna memberi presentase nol besar untuk keberuntungan Son Jooyeon!

 

–finish.


notes ;

  • yeay! debut sama eunseoeunwoo ((mereka unyu banget jadi sekalian aku pasangin aja dan hasilnya unyu-to-the-max gila)) terus kan awalnya mau pasangin eunwoo sama xiao, tapi kok kasian nistain mas june. nanti doi jadi jones dadakan diselingkuhi mba xiao ((bilang aja ga rela bin)) [[#SEOWOOTeam #JUNEXIAOTeam]] /nah loh?/
  • sekarang masih jaman moodboard kan? hehehe, lagi seneng bikin moodboard trus kepikiran mereka dan akhirnya jadi deh moodboard eunseoeunwoo. walaupun ga nyambung sama ceritanya tapi yowes lah terima muntahan aja.
  • lagi berusaha keluar webe nih. so, reviews are so meaningful to me 😉

see you soon, ya!

Advertisements

8 responses to “[Ficlet] Infelix

Spacer, leave a reply pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s