[Oneshot] Innocent or?

innocent or

|| INNOCENT OR? ||

Written by Ayumu-Chaan.

[SEVENTEEN] Wen Junhui (Jun) x [WJSN] Cheng Xiao

AU, Idol-Life, A bit romance/fluff/comedy || Oneshot || PG-13

I just own plot and story.

Don’t forget to like and comment. Be a good readers guys^^

-ooo-

Kalian kenal Wen Junhui member SEVENTEEN?

Ah, sepertinya kalian tidak terlalu mengenalnya. Haha, dia orang China sih sepertinya keberadaannya agak sedikit asing (apalagi oleh fans satu grupnya sendiri).

Sebagai orang China yang memulai debutnya di Negeri Gingseng membuat Junhui agak sedikit kesulitan. Lelaki yang lahir di Senzhen itu merupakan salah satu anggota dari grup SEVENTEEN. Grup rookie yang tengah naik daun.

Karena berasal dari China, part menyanyi Junhui sedikit (terlalu sedikit malah) dan saat menari atau photoshoot, agensi selalu meletakkannya di bagian belakang atau posisi paling pojok. Tapi itu juga didukung oleh tinggi badannya yang 180 cm itu. Kalau ia berada di posisi tengah, agensi mungkin merasa kasihan pada teman satu grupnya yang tingginya 163 cm itu. Bisa-bisa lelaki yang bernama Woozi itu akan kelelep karena tubuhnya diapit oleh raksasa-raksasa besar.

Walaupun begitu Junhui senang sih tinggal di Korea Selatan. Teman-temannya banyak dan baik kepadanya. Sekaligus menemukan pengalaman baru. Beruntungnya Junhui memiliki sahabat dekat yang berasal dari China dan merupakan teman satu grupnya juga. Siapa lagi kalau bukan Xu Minghao? Minghao juga hampir 11/12 dengan dirinya. Orang-orang terkadang sering menganggap mereka berdua tidak ada bahkan oleh fans grup mereka sendiri.

Biarlah. Ngomong-ngomong masalah teman. Junhui akan senang senang jika ia bisa menemukan teman atau idol yang merupakan kewarganegaraan China juga. Contohnya adalah sekarang ini.

“Hyung, kau sedang memperhatikan apa?”

Seorang lelaki datang menghampiri Junhui yang sedang duduk dengan tenang di kursi ruang tunggu backstage. Di hadapan Junhui terdapat televisi besar yang menampilkan performance artis yang hadir hari ini.

“Ah, ternyata xiao hao hao yang datang. Aku hanya menonton itu,” balas Junhui sambil menunjuk televisi itu.

Minghao yang kini duduk di samping Junhui itu mulai mengerucutkan bibirnya, “Sudah kubilang jangan memanggilku dengan sebutan itu, hyung.”

Junhui tertawa keras. Lelaki berambut coklat itu kini tidak bisa mengontrol tawanya yang begitu membahana itu. Tetapi tawa lelaki itu seketika terhenti karena Junhui melihat selusin gadis yang tiba-tiba lewat di hadapannya.

Ah, itu kan kalau tidak salah grup WJSN yang aku lihat di televisi tadi. Batin Junhui. Tiba-tiba saja gadis-gadis itu membungkukkan badannya pada mereka. Mau tak mau, Junhui dan Minghao membungkukkan badannya juga tanda menghormati.

Tiba-tiba saja Junhui tidak sengaja melakukan kontak mata dengan salah satu anggota grup itu. Lelaki itu tidak tahu namanya. Tetapi Junhui bisa melihat tulisan “Cheng Xiao” yang ada di pakaian gadis itu. Gadis itu tersenyum manis menatapnya.

Namanya Cheng Xiao? Ah, jangan-jangan orang China sepertiku juga.. batin Junhui.

Gadis yang sepertinya bernama Cheng Xiao ini cantik. Wajahnya seperti boneka barbie. Apalagi dengan rambut cokelat panjang terurai serta senyuman yang manis itu. Apalagi saat kedua iris hitam gadis itu menatap mata Junhui.

Eugh…

Sepertinya Junhui merasakan ada dewi panah asrama yang tiba-tiba memanah hatinya.

“Hyung? Kau kenapa?” tanya Minghao panik yang kini melihat Junhui mulai memegang dadanya dengan wajah memerah. Jangan-jangan hyung-nya itu sakaw?!

Junhui seketika tersadar dari dunianya. Lelaki itu menoleh kepada Minghao. “A-aku ke toilet dulu.”

“Hei, jangan lama-lama hyung! Sebentar lagi giliran kita!”

Lelaki itu tidak peduli. Ia terburu-buru berlari ke toilet yang berada di lantai atas. Mengabaikan Minghao yang berteriak kencang kepadanya. Sesampainya di depan toilet, Junhui berhenti disana dan menghembuskan napasnya lega. Sebenarnya sih ia hanya beralasan ke toilet. Aslinya sih Junhui berdiri di depan pintu tersebut untuk hanya ingin menenangkan jantungnya saja. Tidak berniat apa-apa disana. Haah, sepertinya gadis yang bernama Cheng Xiao itu ternyata berefek besar kepada dirinya.

“Hm, sunbae?”

Junhui tersentak dan tidak sengaja kepalanya terkena tembok karena terkejut oleh panggilan seseorang di sampingnya. Lelaki itu menoleh bermaksud mengeluarkan kata umpatan tapi seketika terpana karena…

Yang memanggilnya tadi adalah Cheng Xiao. Gadis yang sempat membuat jantungnya berdegup luar biasa kencang. Bahkan gadis itu kini tersenyum manis di hadapannya sambil menutup kedua matanya. Argh, entah kenapa Cheng Xiao ini terlihat manis dan imut seperti kucing.

“Hm, hai.. Kau yang tadi kan?”

Junhui membalas sapaan Junhui dengan sedikit gugup. Sementara gadis itu membuka matanya dan mengangguk lugu.

“Ah, sunbae masih mengingatku tidak?”

Cheng Xiao bertanya pada Junhui dengan lugu serta wajah polos seperti anak kecil. Membuat lelaki itu sedikit ber-fanboy dalam hati melihat kepolosan dan kecantikan Cheng Xiao dari jarak yang begitu dekat.

Tapi.. Seketika Junhui teringat sesuatu.

Mengingat? Apanya yang mengingat?

Junhui merasa hari ini adalah pertamakalinya ia bertemu dengan gadis itu.

Wajah Cheng Xiao itu kini mulai murung. Argh, siapa yang berani-beraninya membuat gadis itu murung?! Junhui akan melemparnya dengan tongkat wushu nanti.

“Jadi sunbae tidak mengingatku? Padahal dulu sewaktu di China, Junhui sunbae pernah menjadi mentorku di sanggar tari. Sewaktu aku dan teman-teman kelompok akan tampil di festival musim dingin Shenzhen.”

Junhui terdiam.

T-Tunggu.. Mentor? Festival? Sanggar tari?

Ah, akhirnya lelaki itu ingat! Dia emang pernah ditunjuk menjadi mentor dan mengajari salah satu kelompok saat di suatu sanggar tari di China. Saat itu ia menjadi senior walaupun usianya masih muda. Eh, tunggu.

JADI GADIS DISAMPINGNYA INI ADALAH CHENG XIAO YANG MERUPAKAN MURID AJARANNYA ITU?

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

July 2011

“Siapa yang belum hadir hari ini?”

Wen Junhui yang berusia lima belas tahun menatap orang-orang di hadapannya dengan bingung. Hari ini adalah hari pertama baginya menjadi mentor di suatu sanggar tari. Junhui akan mengajar dan melatih mereka untuk tampil di festival musim dingin nanti.

“Hm.. Siapa ya?”

Anak-anak berusia tiga belas tahun di hadapanya sibuk bertanya-tanya. Tiba-tiba ada seorang anak lelaki yang berteriak.

“AH! CHENG XIAO! Dia belum hadir.”

“Bagaimana bisa dia belum hadir?” Junhui mengerutkan keningnya. Ini adalah hari pertama dan anak seperti itu sudah telat?! Lihat saja nanti Junhui akan menghukumnya.

“Tapi wajar sih. Anak seperti Cheng Xiao dari dulu memang sering datang terlambat,” timpal bocah-bocah lelaki maupun perempuan di hadapannya itu.

Junhui menggeram. Mau sudah sering atau tidak terlambat. Tentu saja Junhui tidak suka dengan orang semacam itu. Time is money.

“Ah, maaf aku datang terlambat.”

Seorang gadis berlari terburu-buru mendatangi mereka. Junhui mendelik melihat gadis itu. Gadis itu berambut panjang, kulit gadis itu sedikit gelap, dan wajahnya sedikit kumal. Jangan bilang gadis seperti ini suka main mengejar layangan lagi?!

Sudah pendek, kulitnya agak hitam, jelek lagi. Batin Junhui.

“Hei, kamu! Ini adalah hari pertama dan kau sudah terlambat?!”

Junhui berteriak mengomeli Cheng Xiao yang berusia tiga belas tahun itu. Sementara gadis itu terus-terusan menundukkan kepalanya merasa bersalah.

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

Sunbae?”

Cheng Xiao kembali menyadarkan Junhui yang melamun. Lelaki itu menoleh dan menatap gadis itu dengan mulut menganga.

Oh, Junhui ingat. Sangat ingat malah. Hal yang daridulu Junhui sering lakukan saat menjadi mentor adalah mengomeli Cheng Xiao karena gadis itu sering melakukan kesalahan serta sering datang terlambat.

Junhui memandang Cheng Xiao dari atas hingga ke bawah. Sedangkan Cheng Xiao menatapnya bingung. Oh, tuhan. Junhui tidak menyangka bocah kecil yang Junhui bilang jelek dengan kulitnya yang agak gelap serta wajah sedikit kumal itu kini ….

Berubah menjadi gadis berkulit putih bersih (Junhui yakin semakin bertambahnya umur Cheng Xiao. Gadis itu melakukan perawatan yang bagus), berwajah cantik dan manis seperti boneka barbie, dan jangan lupakan bibir merah serta hidung mancung dan mata bulat gadis itu.

Astaga.

Sepertinya Junhui menyesal dengan apa yang dilakukannya dulu. Ia masih ingat bagaimana ia mengatakan Cheng Xiao itu kumal, kulit gelap serta jelek. Dulu juga ia sering berkata bahwa kemampuan menari gadis itu sangat payah. Terlalu payah malah. Tetapi tak disangka sekarang kemampuan gadis itu sudah meningkat pesat.

Junhui kena karma sekarang. Kenyataan yang sekarang menampar perkataannya dulu.

“Junhui sunbae? Sunbae tidak apa-apa?” ujar Cheng Xiao panik ketika melihat lelaki itu menatap lantai dengan pandangan kosong.

“I-Iya.”

Junhui mengangguk kaku.

“Ehm, Cheng Xiao? Sepertinya aku menyesal pernah mengomelimu dulu.”

Serta mengataimu. Lanjut Junhui dalam hati.

Kedua mata bulat Cheng Xiao terbelalak. “Eh?! Memangnya kenapa sunbae? Aku juga merasa biasa saja.”

“T-Tidak apa-apa. Hanya saja..” Junhui menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lelaki itu sedikit bingung harus berbicara apa. Junhui shock.

“Hanya apa?”

“JUN HYUNG!”

Pertanyaan Cheng Xiao kini menjadi angin lalu karena kini mereka berdua menoleh ketika melihat ada seseorang yang memanggil Junhui. Orang tersebut adalah Minghao.

Cih, dasar menganggu saja. Batin Junhui.

Junhui menoleh menatap gadis itu sambil tersenyum berusaha melupakan yang tadi, “Hei, Cheng Xiao milikku yang manis. Sepertinya sebentar lagi aku akan tampil. Lihat penampilanku nanti ya! Oh ya, bisa minta nomor ponselmu?”

Cheng Xiao mengangguk. Lalu, ia mengambil kertas tisu serta pena dari tas miliknya lalu menuliskan nomornya dan memberikannya pada Junhui.

“Terima kasih.” Junhui tersenyum sambil mengelus puncak kepala Cheng Xiao dengan lembut. Lalu, lelaki itu segera berlari pergi meninggalkan gadis itu yang terdiam bingung. Ada suatu ucapan Junhui yang mengganjal.

“Milikku? Apa maksudnya milikku?”

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

“Hei hyung. Kalau mau bermesra-mesraan dengan pacar itu bukan di depan toilet. Dasar tidak elite.” Minghao terkekeh.

Junhui mendelik, “Siapa yang bermesra-mesraan?!”

“Tadi aku melihatmu sedang mengelus kepala gadis itu. Sebenarnya aku sudah melihatnya dari awal sih. Mau menghampiri kalian sejak awal tetapi sepertinya tidak enak menganggu orang sedang berpacaran.” Ujar Minghao santai.

Junhui memukul kepala Minghao yang membuat lelaki itu meringis kesakitan, “Hei, kalau tahu merasa menganggu kenapa menghampiriku?!”

“Kan sudah kubilang sebentar lagi giliran kita akan tampil! Hahh, memang susah ya ngomong sama orang yang lagi di mabuk asmara,” balas Minghao sambil mengelus kepalanya.

“Sudah kubilang dia bukan pacarku! Gadis itu hanya murid ajaranku saat aku menjadi mentor di sanggar tari dulu!”

Minghao menatap Junhui lalu mengangguk-ngangguk, “Ah, benar juga. Eh, tadi aku melihat nama gadis itu di pakaiannya. Namanya kalau tidak salah Cheng Xiao. Sepertinya dari China juga. Gadis itu manis dan cantik. Kenalkan aku dengannya hyung!

“TIDAK!”

Junhui berteriak keras dan tidak peduli biarpun orang di sekitarnya menatapnya aneh. Enak saja! Junhui tidak akan mengenalkan Cheng Xiao kepada siapapun! Lihat saja yang berani mengambil gadisnya nanti. Junhui akan memukul kepala orang itu dengan jurus wushunya (serta tongkatnya bila perlu).

“Aku tidak akan mengenalkanmu dengannya! Jangan meliriknya! Lirik yang lain saja!” ujar Junhui dengan berapi-api. Sedangkan Minghao kini mulai memasang poker face-nya.

( ( ( ah, sepertinya seseorang seperti Wen Junhui sedang dilanda api cemburu. Bahkan dia cemburu pada sahabatnya sendiri. ) ) )

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

“Ah, akhirnya penampilan hari ini selesai juga!”

Sang leader SEVENTEEN, Seungcheol meregangkan kedua tangannya di mobil. Sementara adik-adiknya hanya menatapnya dan mengangguk-ngangguk.

“Jun hyung.” Bisik Minghao kepada seseorang di sampingnya yang sedang menutup kedua matanya itu. Junhui, Minghao, dan Chan duduk di kursi belakang mobil.

“Apa? Kau menganggu tidurku Minghao.”

“Ini ada pesan masuk di ponselmu,” ujar Minghao sambil memberikan ponsel Junhui kepada pemilik aslinya. Tapi Junhui malah menolak.

“Biarkan saja. Aku sedang tidak mood membalas pesan.”

“T-tapi…”

“Jawab saja kalau aku lagi sibuk!” jawab Junhui. Lelaki itu sepertinya memang benar-benar sedang badmood. Entahlah. Minghao tidak mengerti dengan keanehan sahabatnya itu. Hyungnya itu memang selalu aneh.

“Kau serius hyung? Tapi pesan masuk ini dari Cheng Xiao lho.”

Seketika Junhui membuka kedua matanya lalu menatap Minghao di sampingnya yang kini mulai menatapnya datar. Lelaki itu mengambil ponsel miliknya dari tangan Minghao dengan kasar lalu mulai membaca pesan masuk itu.

 Ehm, sebelum Junhui memulai penampilannya tadi dengan SEVENTEEN, ia sempat mengirimkan pesan kepada Cheng Xiao

Ehm, sebelum Junhui memulai penampilannya tadi dengan SEVENTEEN, ia sempat mengirimkan pesan kepada Cheng Xiao. Ah, balasan dari gadis manis itu seketika membuat badmood Junhui hilang. Sedaritadi lelaki itu terus-terusan menatap ponselnya sambil tersenyum seperti orang sinting.

“Minghao hyung?” Chan yang merupakan anggota paling muda itu berbisik kepada Minghao.

“Apa?”

“Jun hyung kenapa?” tanya Chan bingung.

Minghao terkekeh, “Tidak. Dia baik-baik saja. Jun hyung agak sedikit kehilangan kewarasannya hari ini tapi nanti balik lagi kok. Tenang saja.”

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

Sesampainya di dorm SEVENTEEN, Junhui berjalan terburu-buru memasuki kamarnya. Tingkah laku lelaki yang termasuk hyung line itu membuat teman-temannya bertanya-tanya bingung.

“Ada apa dengannya?” tanya Seungcheol bingung.

“Dasar manusia golongan darah AB memang selalu aneh.” Ujar Woozi pedas. Lelaki bertubuh pendek itu tidak berpikir kalau ucapannya nanti akan membuat teman-temannya menatapnya sebal.

“Ta-Tapi kan Jun Hyung itu golongan darahnya B..” ujar Chan bingung.

“Sudahlah. Biarkan saja dia. Kalau dia tidak mau makan pizza, biar aku saja yang ambil bagiannya!” seru Seungkwan dengan semangat.

Sedangkan di suatu kamar, seorang lelaki tidak peduli dengan keributan yang dihasilkan oleh teman-teman satu grupnya itu diluar. Yang dilakukan Junhui sekarang adalah menyalakan ponsel serta membuka aplikasi youtube. Oh ya, jangan lupa earphone yang sudah terpasang di telinga Junhui. Lelaki itu ingin menuruti permintaan Cheng Xiao yaitu menonton MV grup gadis itu.

“Ada dua musik video ya..” gumam Junhui ketika melihat ponselnya. Dua musik video itu berjudul ‘Momomo’ dan ‘Catch Me’. Yang mana dulu ya?

“Ah, aku mau lihat yang ini dulu saja.” Junhui mengklik video yang berjudul ‘Catch Me’. Karena lelaki itu belum pernah mendengar lagu itu. Penampilan yang Cheng Xiao tampilkan dengan grupnya tadi itu merupakan lagu ‘Momomo’.

Hm…

What the…

Junhui ternganga menatap ponsel di hadapannya. Lagu ini begitu catchy sih dengan konsep edge. Tapi ada satu hal lain yang membuat Junhui ternganga.

Seseorang tolong tampar Junhui! Yang dilihatnya tadi itu benar, kan?!

Entah kenapa, Cheng Xiao terlihat begitu err.. liar dan seksi. Apalagi saat gadis itu melakukan salto di akhir video serta mengibaskan rambutnya. Astaga… Junhui tidak menyangka gadis yang dianggapnya manis dan polos itu ternyata bisa memiliki sisi seperti itu juga.

 Junhui tidak menyangka gadis yang dianggapnya manis dan polos itu ternyata bisa memiliki sisi seperti itu juga

Ta-Tapi…

Junhui mengelus dadanya sambil menghela nafasnya kasar. Setelah itu, lelaki menonton MV ‘Momomo’. Ah, MV ini lebih baik dari sebelumnya. Gadis-gadis itu tampak ceria dan polos.

 Gadis-gadis itu tampak ceria dan polos

 "Bisa-bisanya Cheng Xiao ini terkadang terlihat polos serta menggoda disaat yang bersamaan

“Bisa-bisanya Cheng Xiao ini terkadang terlihat polos serta menggoda disaat yang bersamaan. Argh. Dunia sungguh tidak adil.”

Junhui berteriak kencang. Tidak peduli walaupun teman-temannya akan mendengarnya. Ya ampun, lelaki itu tidak menyangka akan terjerat dengan pesona Cheng Xiao sejauh ini.

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

“Seongso-ah? Kau belum tidur?” Tidak sengaja Seola –anggotapalingtuadigrup tersebut– melihat seorang gadis yang masih asyik menonton televisi itu.

Cheng Xiao menoleh. Lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lugu. Gadis itu mengenakan piyama bermotif kelinci yang membuatnya tampak menggemaskan saat menggeleng tadi.

“Jangan tidur terlalu malam! Besok kita masih ada jadwal. Jangan terlalu lelah, Seongso-ah.” Seola memberi nasihat pada gadis yang masih berusia delapan belas tahun itu.

Cheng Xiao mengangguk. Lalu, Seola berjalan memasuki kamarnya sementara Cheng Xiao kembali menonton acara televisinya yang sempat tertunda itu.

Tiba-tiba ponsel milik gadis itu bergetar menandakan ada telepon musuk.

Junhui sunbae is calling,….

“Eh? Junhui sunbae?” gumam Cheng Xiao bingung. Lalu mulai mengangkat telepon itu.

“Halo?”

“Cheng Xiao? Kamu belum tidur?”

Gadis itu menggeleng dan berkata lugu, “Belum. Ada apa sunbae?”

“Ah, tidak apa-apa.” Junhui menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Kamu lagi apa?”

Cheng Xiao tersenyum lalu tertawa kecil menatap televisi, “Aku sedang menonton televisi, sunbae. Hari ini ada kartun kesukaanku. Lucu sekali. Hahaha.”

Junhui tersenyum mendengar tawa ceria gadis itu. Seketika lelaki itu teringat sesuatu. “Oh ya, aku sudah menonton musik video grupmu.”

“Oh ya?” Cheng Xiao tersenyum.

“Sunbae sudah melihat saltoku? Keren, kan?”

“H-hahaha. Iya keren. Kau sangat keren. Aku tidak menyangka. Haha.”

Cheng Xiao lagi-lagi tersenyum lalu kedua iris hitam gadis itu tidak sengaja menatap jam dinding di atas televisi tersebut.

“Ah, sudah jam sebelas. Aku harus tidur karena masih ada jadwal besok. Junhui sunbae juga jangan tidur terlalu malam ya! Selamat malam.”

“Hahaha iya. Selamat malam juga gadisku.”

Klik. Lalu panggilan pun diputuskan oleh Cheng Xiao. Gadis itu bangkit dari posisi duduknya lalu meregangkan kedua tangannya. Setelah itu berjalan memasuki kamarnya.

Sementara itu di dorm SEVENTEEN. Terlihat seorang lelaki yang sedang memejamkan kedua matanya rapat serta tersenyum senang seperti orang yang memenangkan lotre.

“Hei, Minghao hyung. Kau yakin si Jun hyung ini tidak apa-apa?” tanya Vernon bingung. Entahlah. Si bule amerika itu sedikit bergidik ngeri melihat tempat tidur di samping kanannya yang ditepati oleh Junhui itu. Junhui tersenyum seperti orang sinting.

Minghao terkekeh.

“Haha, tenang saja. Jun hyung itu baik-baik saja. Jun hyung baru saja mendapatkan dunianya kembali.”

“Hah?” Vernon menatap Minghao bingung.

“Lupakan.”

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

Keesokan harinya.

“Semangat sekali Jun hyung.”

Minghao mencibir Junhui yang dengan kecepatan seribu itu langsung duduk di kursi ruang tunggu backstage. Kedua iris hitam Junhui menatap televisi di hadapannya dengan harap-harap cemas.

Pasti dia menunggu si Cheng Xiao itu. Kayaknya gadis itu keren juga bisa menarik perhatian Jun hyung. Batin Minghao. Lalu, lelaki itu ikut-ikutan duduk disamping Junhui. Memperhatikan televisi itu juga tentunya.

“Ah, sudah mulai.” Pekik Junhui.

Tapi…

Junhui dan Minghao dengan mulut menganga menatap televisi itu dengan shock. Grup WJSN itu menampilkan lagu ‘Catch Me’. Lagu yang sempat membuat Junhui mati-matian menahan pikirannya dari ‘hal-hal’ lain karena Cheng Xiao err.. terlihat begitu menggoda.

“W-wow.. Saltonya tadi keren sekali.” Puji Minghao. Lelaki itu berpikir mungkin dia akan menampilkan saltonya juga di comeback yang akan mendatang.

Junhui mengangguk merasa bangga. Dulu lelaki itu ingat sekali saat dia mengajari Cheng Xiao salto saat di sanggar tari dulu. Awalnya Cheng Xiao kesulitan dan tidak bisa, Junhui tidak menyangka sekarang gadis itu sudah meningkat pesat. Benar-benar hebat.

“Tapi akan lebih keren lagi kalau gadis itu bisa dekat denganku. Siapa namanya hyung? Kalau tidak salah Cheng Xiao kan?” ujar Minghao seakan-akan tidak sadar dengan apa yang dikatakannya itu.

Junhui menatap Minghao kesal lalu memukul kepala lelaki yang lebih muda setahun darinya itu dengan keras.

“YAK! Lagi-lagi hyung memukul kepalaku!”

Junhui mengangkat kedua bahunya dengan acuh, “Biarin. Enak saja. Kalau kau ingin dekat-dekat dengannya, kau harus berhadapan denganku dulu!”

“Haahh, iya deh.” Minghao memutar kedua matanya merasa malas. Sudah biasa dengan tingkah laku hyung-nya itu.

Junhui berdiri dari tempat duduknya lalu menatap Minghao. “Aku ingin bertemu dengannya. Kau tidak usah ikut dan mengintip lagi!”

Minghao mencibir, “Siapa juga yang mau mengintip. Oh ya, jangan lupa lihat tempat ya kalau mau bermesra-mesraan. Jangan di depan toilet.”

“BERISIK!”

Junhui berteriak kencang dan berlari pergi menjauhi Minghao yang kini sedang tertawa keras. Lelaki itu mencari-cari dimana gadisnya itu berada.

“Mencariku, hm?”

Junhui terkejut lalu menoleh ke belakang. Di belakang lelaki itu terlihat seorang gadis yang sedang tersenyum manis menatapnya.

“Ah, Cheng Xiao..” Junhui tergagap. Gadis itu terlihat tersenyum manis seperti anak innocent tapi sayangnya pakaian yang dipakai gadis itu tidak terlalu mendukung wajahnya yang polos itu.

“Tadi Junhui sunbae melihat saltoku secara langsung kan? Bagaimana? Aku keren kan?” tanya Cheng Xiao semangat.

Junhui tersenyum lalu mengelus puncak kepala Cheng Xiao dengan lembut, “Iya. Kamu sudah berkembang pesat. Aku merasa bangga denganmu Xiao.”

“Tapi.. Ada hal lain yang mengangguku.”

“Hm? Apa sunbae?” Cheng Xiao menatap Junhui dengan kedua matanya yang bulat dan besar seperti anak kecil itu.

Junhui sedikit menundukkan tubuhnya lalu berbisik di telinga Xiao, “Pakaianmu. Aku harap kedepannya kamu tidak terlalu sering memakai pakaian semacam itu.”

Cheng Xiao membulatkan kedua matanya lalu menatap pakaiannya itu, “Memangnya ada yang salah sunbae?”

“Salah. Sangat salah. Itu berbahaya.”

“Kenapa berbahaya?”

“Berbahaya bagi keselamatanmu Cheng Xiao. Aku bisa saja tanpa sadar menerkammu,” ujar Junhui sambil tersenyum sedikit menyeringai.

“Iya deh. Aku janji.” Cheng Xiao mengangguk-ngangguk. Padahal gadis itu tidak terlalu mengerti dengan ucapan Junhui. Sementara itu, Junhui menatapnya sambil tersenyum puas.

“Aku pergi dulu ya sunbae.” Cheng Xiao dan tiba-tiba gadis itu melakukan salto lagi di lorong yang memang sepi itu.

Astaga.

Junhui mengelus dadanya mencoba sabar. Padahal dalam hatinya ia sudah berteriak kencang. Argh. Kenapa sih Cheng Xiao bisa polos-polos menggemaskan tapi juga menggoda di saat yang bersamaan? Pakaian sialan itu penyebabnya!

Menyebalkan!

∞JunXiao∞CosmicTeen∞

“Xiao? Belum tidur?”

“Belum Junhui sunbae. Aku masih mau nonton kartun kesukaanku dulu.”

Junhui tersenyum, “Ehm.. Oke. Persiapkan diri untuk comebackmu. Sayangnya kita tidak berpromosi di waktu yang bersamaan sih.”

“Tidak usah khawatir Junhui sunbae. Aku akan sering-sering meneleponmu.”

“Haha iya. Kalau begitu selamat malam Xiao.”

“Selamat malam juga.. Junhui oppa.”

Panggilan pun terputus.

“Eh? Dia memanggilku oppa?” Junhui bertanya bingung. Entah bertanya pada siapa. Tapi akhirnya mau tak mau Junhui tersenyum juga mendengarnya.

Selama berbulan-bulan kemudian, hubungan antara Junhui dengan Cheng Xiao semakin dekat. Hubungan yang dulu awalnya sebatas mentor-murid berubah menjadi teman antara sunbae-hoobae. Junhui juga tidak ingin berharap lebih sih. Ia dan gadis itu baru saja memulai karirnya. Biarlah semuanya mengalir seperti air. Tinggal tunggu waktu yang tepat saja kapan Junhui dan Cheng Xiao akan bersama.

“Eh? Sepertinya WJSN merilis teaser baru.” Gumam Junhui ketika ada notifikasi masuk di ponselnya. Lalu ia melihat video tersebut dan…

What the…

.

.

.

ASTAGA GADISNYA TIDAK TERLIHAT POLOS LAGI.

Padahal Junhui mengingatkan Cheng Xiao berkali-kali. Tapi tetap saja..

AAHH… Kenapa sih gadis seperti Cheng Xiao itu bisa memiliki dua sisi? Polos menggemaskan tapi bisa menggoda juga. Junhui tidak kuaattt! Pesona Cheng Xiao yang memang terlalu kuat atau memang Junhui saja yang begitu lemah? Entahlah.

.

.

.

-end-

Advertisements

4 responses to “[Oneshot] Innocent or?

  1. Tahan dulu bang tahan :v belom kawin lu :v

    Etdah si Jun calon penerus bangkai sama si monyet /lirik kai sama eunhyuk/ /maap bang/

    Ngakak sumpah :v

    Kebanyakan orang yg jelek di masa lalu, sekarang jadi cakep banget :v sampai gak ngenalin lagi, jadi nyesel si Jun-nya udah ngatain Xiao padahal ujung² nya naksir juga (( toel² abang jun ))

    Minghao ganggu aja, adegan romantis jadi gagal kan (( getok pala Ming ))

    Buat dek dino dan mas vernon, maklumin saja hyung-mu itu. orang lagi fall in love kan biasanya suka senyum² sendiri :v

    Anyway ff-nya bikin ngakak :v

    Liked by 1 person

Spacer, leave a reply pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s