[WJFI Freelance] Confession?

jadi2.jpg

Title: Confession?
Author: Sonnenblume21
Cast: WJSN Bona, SVT Mingyu
Length: Ficlet
Disclaimer: FF ini murni karya author terinspirasi dari salah satu lagu VIXX – I’m a Boy, You’re a Girl. Happy reading!

***

Bona menyilangkan tangannya di depan dada. Kedua manik matanya menatap tajam pada sang pemuda di hadapannya yang masih enggan bersuara. Gadis itu menggeliat jengah. Sudah hampir tiga puluh menit ia dan seseorang-yang-tidak-mau-berbicara itu duduk diam berhadap-hadapan, bahkan beberapa pelanggan kafe yang lain pun sudah datang silih berganti.

Bona menghembuskan nafas keras-keras. Tidak akan ada yang berbicara kalau ia tidak membuka percakapan ini terlebih dahulu.

“Jadi, Mingyu, kenapa kau melakukannya lagi?” tanyanya, tidak mau berbasa-basi.

Sang lawan bicara yang tadinya menunduk, kini mengangkat wajah, menatap ke arah lain dengan bibir mengerucut.

“Kau selalu saja mencariku setelah dicampakkan. Apa maksudnya ini? Ck, aku tahu ini akan terjadi. Rupanya, kau masih saja tidak mendengarkan nasihatku, ya.” Omel Bona dalam satu tarikan nafas.

“Hei, dengarkan aku!” Bona berseru frustrasi seraya mengetuk-ngetuk meja kafe saat dilihatnya Mingyu tak menunjukkan reaksi apa-apa.

Takut-takut, Mingyu melirik Bona dengan ekor matanya. “Apa lagi sekarang?” tanyanya, bibirnya masih mengerucut, seolah merajuk.

See? Kau dicampakkan lagi, itu karena kau selalu saja melakukan apa yang ingin kau lakukan. Kau harusnya bisa memperlakukan kekasihmu lebih baik. Tetapi apa ini? Kemarin Sujeong mengadu padaku, katanya kau mengacuhkannya selama seminggu tanpa memberinya kabar. Apa yang kau lakukan? Menemani Yoon Jeonghan kursus memasak atau berburu layangan dengan Lee Dokyeom? Lihat saja, kalau benar mereka berdua yang memintamu melakukan hal itu, kan kucincang mereka!” Bona masih saja mengomel panjang lebar, kali ini sambil mengepalkan tangannya gemas.

“Berhentilah, Noona..” ujar Mingyu. Rahangnya mengeras serta manik matanya menatap Bona dalam-dalam. “Sampai kapan kau akan memperlakukanku sebagai adik?”

Hening.

“….EH?”

Bona terkejut mendengar penuturan Mingyu. Ia mencoba menelaah perkataan yang keluar dari lelaki berambut raven tersebut. Kali ini, pemuda berkulit gelap itu tidak memalingkan wajahnya lagi. Ia menatap Bona dengan tatapan serius. Bona terperangah. Setelah selama berbulan-bulan hanya menunjukkan wajah lugu dan merajuknya di hadapan Bona, ini pertama kalinya Mingyu menunjukkan wajah serius miliknya.

“Kim Mingyu?”

Mingyu menghela nafas panjang. “Sejak awal, penyebab putusnya hubungan-hubunganku tidak lain dan tidak bukan adalah dirimu, Noona.

Bona membulatkan matanya, tak percaya pada apa yang baru saja didengarnya.

“Maksudku, tidakkah kau melihatku? Aku bukanlah anak kecil lagi, tinggiku 185cm. Aku bahkan lebih tinggi dua puluh senti darimu.. dan kurasa badanku ini cukup kekar untuk melindungimu.” Ujar Mingyu seraya menunjukkan kedua ototnya.

“Tidakkah aku selalu menghiburmu kalau kau sedih? Bukankah aku orang pertama yang kau hubungi kalau kau membutuhkan sesuatu? Apa kau lupa saat aku menyelamatkanmu dari gangguan anak-anak nakal di gang waktu itu? Atau saat aku mengambil sandalmu yang dengan bodohnya kau jatuhkan ke sungai? Setelah semua yang terjadi, apakah aku masih belum terlihat seperti lelaki bagimu?”

Bona menatap Mingyu tak percaya. Sebenarnya, apa yang baru saja didengarnya ini?

“Mingyu, apa yang kau katakan?”

Mingyu menghela nafas gusar. “Ayolah, Noona, di mana lagi kau akan menemukan pemuda sepertiku?”

“Kim Mingyu, apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”

“Aku laki-laki dan kau perempuan.”

Bona memiringkan kepalanya. “Kau laki-laki dan aku perempuan, lalu apa yang harus kita lakukan?”

Mingyu menautkan kedua alisnya sebal. “Noona, kau memang tidak peka!” serunya merajuk seraya bangkit dari tempat duduknya, meninggalkan gadis itu dalam kebingungan.

Bona mengerjapkan matanya berkali-kali.

“Kim Mingyu! Tunggu!” panggil Bona. Mingyu sudah berdiri di depan pintu kafe dan memegang gagang pintunya, bersiap keluar.

“Kau..” Bona berdiri dan menatap Mingyu ragu-ragu. “Mungkinkah kau menyukaiku?”

Kedua pipi Mingyu bersemu merah. Memangnya kurang jelas apa lagi?

Advertisements

5 responses to “[WJFI Freelance] Confession?

  1. Sukaaaaa bgt ama cerita iniii 🙂
    Dr segi bahasa, cerita, diksi nya mantap banget !!! Jos!!!! Semangat terus ya Author~nim 🙂 tolong banyakin lg ff bona-mingyu nyaaa :* 🙂

    Like

  2. Pingback: [Fan fiction] Confession? – Sonnenblume21's·

    • Kalau kamu tau lagu VIXX diatas(?) Mingyu itu semacam di kakak-adek zone-in sama Bona, gitu.. 😀 Btw, makasih sudah mau komen<3

      Like

Spacer, leave a reply pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s