[WJFI Freelance] Caramel Macchiato (Chapter 1)

caramel-macchiato.jpg

 

Caramel Macchiato

A Story by Ayacha

     Eunseo (WJSN) X Mingyu (Seventeen)

              Romance, Fluff

                     PG – 13

                   Chaptered

Poster by Kyoung @ Poster Channel

        ‘Cintaku seperti Caramel Macchiato’-Eunseo

Chapter 1; Siapa Dia?

***

Gangnam-gu, Seoul.

Pukul 06.30..

‘Ah..! Ku mohon jangan terlambat lagi’ ujarku dalam hati.

Aku sudah pernah terlambat dan kapok. Karena dihukum untuk melayani beberapa pelanggan lebih banyak dari biasanya bahkan tanpa istirahat. Huh..

Ku percepat langkahku, musim dingin mulai datang. Angin yang bertiup menusuk kulitku..
Ah.. bagaimana bisa aku lupa membawa jaket parka ku?
Bahkan kini aku hanya memakai kemeja renda dengan kerutan dipergelangan tangan, serta rok hitam 4cm diatas lututku.

Ku lihat jam yang melekat pada pergelangan tanganku.
15 menit lagi aku terlambat..
Tak ada piliham lain aku harus berlari..

Tapi.. tiba-tiba,

Brukk!

“Akh, jwoseonghamnida” ujarku seraya memegang lenganku.

Pria yang ku tabrak hanya mengangguk lalu pergi berlalu.
Sepertinya ia juga buru buru seperti diriku.
Ku lanjutkan langkahku lagi.

Hingga 7 menit kemudian..
Aku telah sampai ditempat kerjaku.
Sebuah kafe didaerah gangnam-gu.
Kafe ‘Simjang Sarang’ adalah kafe tempatku bekerja. Sudah dua tahun ini aku bekerja dikafe ini.

Kafe ini tidak terlaly megah, memang. Tapi cukup banyak didatangi oleh para remaja bersama keksaih mereka.

“Eunseo ya, Annyeong” sapa SinB.

Dia adalah sahabatku, dan dia juga bekerja disini bersamaku.
Aku tersenyum padanya,

“Annyeong,” jawabku.

Huft.. untung saja aku tidak terlambat, bahkan kafe ini masih sepi. Mungkin karena angin yang bertiup sedikit kencang. Hanya ada aku, SinB, Yeoreum, dan Seola eonnie. Pemilik kafe ini.
Biasanya dikafe ini para yeoja akan bekerja dihari, dan namja dimalam hari.

Aku memakai celemek khusus untuk pegawai dikafe ini.
Mengambil sebuah serbet, lalu membersihkan meja pelanggan.

20 menit kemudian..

Sudah 3 kali aku berputar putar untuk membersihkan meja pelanggan. Ku lirik jam dinding yang bertengger diatas dinding pintu dapur kafe.

Pukul 08.00

Itu tandanya orang-orang akan mulai berdatangan ke kafe ini.
Aku segera berlari menuju ke belakang. Menaruh serbet yang ku gunakan lalu mengambil spatula pembersih kaca.

Aku menyemprotkan air ke kaca, lalu dibersihkan dengan spatula pembersih kaca.
Setelah selesai aku berjalan menuju pintu kafe dan memutarkan tanda ‘Close’ menjadi ‘Open’.
Menandakan kafe ini telah dibuka.

***

Sinar matahari mulai menyengat. Walaupun ini masih pukul 08.30. Matahari sudah menyinari kota Seoul.

Aku berjalan bolak balik ke meja pelanggan. Pelanggan pagi ini cukup banyak. Bahkan Yeoreum dan Seola eonni juga ikut kewalahan.

Kriiing!

Tanda pintu kafe dibuka. Aku kembali ke meja kasir untuk membantu SinB.
Ku lihat seorang pria tampan memasuki kafe ini.

Tampilannya sungguh keren. Kaos putih dipadu dengan celana jeans serat coat selutut berwarna coklat krem. Membuat siapa saja terpesona. Mungkin seperti diriku sekarang..

Aku membuyarkan lamunanku ketika SinB menyenggol lenganku. Lalu menunjuk pria itu dengan dagunya.
Aku bingung, lalu menatap pria itu tak tahu maksud SinB.

“Pergi, layani dia bodoh!” Gumamnya.

Aku mengangguk lantas pergi menuju meja yang pria itu duduki.

“Annyeong haseyo, selamat datang dikafe kami. Mau pesan apa?” Sapaku halus dengan senyum manisku.

Dia membalas tersenyum padaku.

“1 Caramel Macchiato dan 1 Green tea latte” aku mencatat pesanannya.

Lalu berkata untuk menunggu sebentar. Belum genap aku melangkah, ia memanggilku lagi..
Aku berbalik dan bertanya ada apa.

“Bisakah kau buatkan Caramel Macchiatonya tanpa es?” Tanya nya.

Oke, ini termasuk permintaan aneh. Setahuku Caramel Macchiato itu dingin tapi pria ini meminta disajikan hangat.

“Oke, baiklah. Tolong tunggu sebentar” ujarku dan berjalan meninggalkannya.

Aku berjalan menuju dapur lalu memberi catatanku tadi pada Yeoreum.

“Ah, Caramel Macchiatonya tanpa es. Alias hangat” Yeoreum mengerutkan keningnya. Lalu mengangguk mengiyakan.

Aku kembali keluar dari dapur dan membantu SinB lagi. Padahal aku belum membersihkan meja bekas pelanggan.

“Eonnie ya!” Yeoreum memanggilku.

Aku pun kembali kedapur dan membawakan nampan berisi pesanan pria tadi.

“Ini pesanan anda, silakan dinikmati” ujarku padanya yang mematikan ponselnya dan tersenyum padaku.

Aku pun membungkuk dan hendak berbalik. Ia menahan tanganku.

“Chogiyo, apa anda yang membuat Caramel Macchiato ini?” Tanya nya seraya menunjuk segelas Caramel Macchiato yang tersedia didepannya.

“Aniya,” jawabku.

“Bisakah aku meminta ganti?” Aku mengerutkan keningku.

“Bisakah kau yang membuat Caramel Macchiato untukku, bukan orang lain. Boleh kan?” Ujarnya seraya tersenyum manis

Baru kali ini ada pelanggan seperti dia.
Aku mengangguk lalu mengambil gelas caramel macchiato tersebut kedapur.

***

5 menit kemudian..

Aku datang dengan membawakan caramel macchiato hangat seperti yang ia minta.
Entah bagaimana rasanya aku tak tahu. Yang penting ia tidak meminta hal hal aneh semacam ini lagi.

Aku beralih pada pekerjaanku yaitu membersihkan meja bekas para pelanggan. Lalu membawa piring dan gelas gelas kotor tersebut kedapur agar Yeoreum dapat mencucinya.

Setelah kedapur aku keluar lagi dan berdiri disamping meja kasir. Dengan nampan yang ku pegang.

Ku lihat namja tadi. Ia masih duduk sendirian entah menunggu siapa. Padahal 45 menit sudah berlalu tapi ia masih duduk dengan ponsel yang ia pandangi sedari tadi.

Mungkinkah ia menunggu seseorang?

Teman? Sahabat? Orang tua? Kenalan? Atau yeojachingunya?

Ah, ku harap ia tidak menunggu opsi terakhirku.

“Hey! Sedang apa kau?” Ujar SinB mengejutkanku.

Aku hanya mendesis sebal, tanganku ku topangkan pada daguku.

“Kau memperhatikan pria itu? Kau menyukainya?” Tanya SinB ikut memperhatikan pria yang sedari tadi ku perhatikan.

“Sudah satu jam, dan ia seperti sedang menunggu seseorang..” gumamku.

Kriingg!

“Mungkin pria itu sedang menunggu kekasihnya” SinB menunjuk seorang gadis berdress putih mengenakan jaket kulit hitam.

Aku menatap gadis itu, ia berjalan mendekati pria itu.
Mengecup pipi pria itu dan tersenyum manis. Ugh..
Dia sudah punya kekasih..
Pupuslah harapanku.. T_T

Ngomong ngomong aku seperti pernah melihat pria itu.
Dimana ya? Apa kalian ingat?
Eum.. sepertinya..
Saat aku berjalan menuju kafe ini aku menabrak seorang pria.
Coatnya bahkan sama, dan juga wajahnya.

***

Aku kembali menatap jam dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30.
Dan aku harus cepat cepat membersihkan meja kasir ini.
Pelanggan masih banyak, tapi tugasku akan digantikan oleh para pria. Seperti yang ku bilang..

Aku berjalan ke ruang ganti, mengganti bajuku karena baju yang ku pakai sekarang sudah kotor akibat terkena tumpahan kopi.

Aku berjalan ke kamar mandi untuk membenarkan rambutku.
Rambut yang ku kepang menjadi dua kini dikuncir kuda.
Sedikit membenarkan make up tipisku. Lalu berjalan keluar kembali keruang ganti untuk mengambil barang barangku.

***

“Eunseo ya, mau pulang?” Tanya Kihyun oppa. Dia adalah kekasih dari SeolA eonni.

“Ne, aku pulang dulu. Annyeong oppa!”

Aku segera berlari kecil menuju ke meja kasir. SinB tengah menungguku disana.

Ku alihkan pandanganku ke seluruh penjuru kafe. Aku tak menemukan SinB. Padahal ia bilang ia menungguku disini.
Ku coba sapu seluruh kafe ini dengan detail.

Nihil. Aku tak menemukannya.

Yang ku lihat adalah pria tadi.
Pria dengan permintaan anehnya. Dia masih duduk bercengkrama dengan kekasihnya.
Aku iri T_T

Puk!

“Omo!” aku berjengit terkejut. Dan berbalik..
Ah, I.M

“Oppa, kau mengejutkanku”  ujarku dan dibalas kekehannya.

“Mencari SinB, eo?” Tanya nya dan aku mengangguk.

“Ia sudah pulang dengan Jungkook barusan,” jelas I.M oppa.

“Mwo? Aish..” desisku kesal.

“Ya sudah, aku pulang dulu ya oppa. Bekerjalah dengan baik, fighting!” Ujarku seraya mengepalkan tanganku memberi semangat pada pria yang ku anggap sebagai oppaku..

***

Dirumah..

Aku keluar dari kamar mandi dengan menganakan kaos oversize dan celana jeans hitam pendek. Dengan handuk yang ku letakkan sembarang diatas kepalaku.

Ku ambil segelas caramel macchiato hangat. Ah, aku jadi teringat pria itu..
Dengan seenaknya menyuruhku membuatkan caramel macchiato hangat, memangnya siapa dia?

‘Siapa Dia..?’

Caramel Macchiato
Eunseo X Mingyu


 

NOTE: FF ini juga dipublish di wattpad author.

Advertisements

Spacer, leave a reply pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s