[Ficlet] Glasses

gyujin-dawon

|| Glasses ||

Written by Ayumu-Chaan.

[UP10TION] Han Gyujin x [WJSN] Nam Dawon

School-Life, AU, Slice of Life, little bit fluff || Ficlet || Teenager

I just own plot and story.

Don’t forget to like/vote and comment. Be a good readers guys^^

-ooo-

“Gyujin-ah, aku memintamu untuk mengerjakan tugas ini! Bukan tidur seenaknya!”

Seorang gadis berseru kesal tepat di hadapan lelaki yang kini sedang tertidur di atas sofa itu. Berkat teriakan gadis itu, lelaki yang bernama Gyujin terbangun dari tidurnya dan sedikit kelimpungan menatap keadaan di sekitarnya.

“Hah? Tadi kau bilang apa?”

Gyujin bertanya dengan tampang bodoh membuat gadis yang bernama Dawon itu menatapnya kesal.

“Aku memintamu untuk mengerjakan tugas ini! Bodoh!”

“Hei!” Gyujin menatap Dawon dengan tidak terima. “Tadi kau memanggilku apa?”

“B-O-D-O-H.” Dawon mengeja kata ‘Bodoh’ yang tadi sempat diucapkannya pada Gyujin.

Gyujin tersenyum lalu wajahnya mulai membentuk mimik ‘harimau’ yang sangat Dawon kenal. Lelaki itu tersenyum menyeringai lalu kembali menenggelamkan dirinya di atas sofa itu.

“Kau tadi memanggilku bodoh kan? Ya sudah, kerjakan saja tugasnya sendiri. Orang bodoh tidak akan bisa mengerjakan tugas bersama-sama dengan orang pintar.”

Setelah berkata seperti itu, Gyujin sepertinya mulai bersiap-siap untuk tidur. Membuat Dawon menatapnya jengah dan akhirnya menghela napas.

“Oke. Terserah kamu saja!”

Akhirnya, Dawon mengerjakan tugasnya sendiri. Haah, sepertinya memang sial mendapatkan teman sekelompok macam seperti Han Gyujin ini. Memang daridulu kalau memiliki teman lelaki yang sekelompok dengan Dawon pasti hanya ia saja yang bekerja.

Apalagi Gyujin itu tipe orang yang selalu tidur dimanapun dan kapanpun. Bahkan Gyujin dengan seenaknya tidur di atas sofa miliknya. Di rumah Dawon lebih tepatnya! Sebenarnya siapa yang tuan rumah disini?! Dawon atau Gyujin?!

Entah kenapa, Dawon sedikit menyesal memanggil lelaki itu dengan panggilan ‘Bodoh’. Di kelas Gyujin adalah lelaki yang cukup pintar tapi sayangnya pemalas. Otak lelaki itu lumayan lancar untuk masalah tugas matematika yang sulit ini. Tapi dengan enaknya Gyujin tidur sementara dirinya terkekang dengan tugas menyebalkan itu.

Minta maaf pada Gyujin? No! Dawon tidak mau. Biarlah gadis itu mengerjakan tugas matematika tersebut sebisanya sendiri. Tanpa perlu bantuan Gyujin.

-ooo-

“Haahh…”

Dawon meregangkan kedua tangannya ke atas. Gadis itu menatap pada jam yang ada di dinding tersebut. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul lima. Hm, sepertinya sekitar dua jam Dawon mengerjakan tugas matematika ini.

“Hm.. Mana ponselku ya?”

Dawon bergumam sambil mencari ponselnya yang tiba-tiba hilang itu. Nihil. Di atas meja tidak ada apalagi di bawah meja. Akhirnya, gadis itu memutar tubuhnya ke belakang dan mencoba mencari kembali. Mungkin saja terselip di bawah sofa.

“Mencari ini?”

Dawon menoleh dan membulatkan kedua matanya ketika melihat ponsel kesayangannya ada di tangan Gyujin. Eh, tunggu berarti Gyujin terus berada di rumahnya selama Dawon mengerjakan tugas?!

“Itu ponselku! Ayo, kembalikaan!” Dawon berdiri dari posisi duduknya lalu mendekati tubuh Gyujin dan mengambil ponsel itu dari tangannya.

“Kenapa kau masih disini? Kupikir sudah pulang.” Ujar Dawon.

Gyujin mendelik, “Kau lupa eoh? Aku disini dari tadi sementara kamu mengerjakan tugas itu sendiri.”

Dawon mengangguk mengerti. Ah, sepertinya gadis itu baru mengingatnya. Gadis itu sedikit merapikan rambutnya yang berantakan itu.

“Yasudah, sekarang kamu pulang sana! Sudah tidak bekerja apa-apa. Enak sekali menumpang tidur di rumah orang!”

Gyujin terdiam. Menatap Dawon dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Kenapa? Aku menyuruhmu pulang!”

Gyujin menatap Dawon sebentar, “Kamu tidak menyadarinya tadi?”

Dawon berdecak kesal, “Menyadari apaan sih? Aku daritadi sibuk mengerjakan tugas tahu. Memangnya kamu?! Sudah sana pulang!”

“Aah, iyaa. Dasar putri cerewet.” Gyujin berdiri dari sofa lalu mulai membereskan barangn-barangnya. Setelah itu pergi keluar dari rumah Dawon.

“Hm, ngomong-ngomong..” Gyujin berkata sesuatu pada Dawon. Sebelum gadis itu mulai menutup pagar rumahnya.

“Kamu terlihat manis dengan kacamata itu.”

Lalu, Gyujin segera berlari terburu-buru meninggalkan rumah Dawon disertai dengan tatapan bingung dari gadis itu.

“Manis? Kacamata? Cih, aneh. Dia ngomong nggak jelas banget.”

.

.

.

-end-

Bawa GyujinxDawon lagi yeeyyyyy

Btw, masih bingung nggak sama ucapan Gyujin yang bilang: “Kamu tidak menyadarinya tadi?”

Aku bikin epilog(?) atau omake-nya di bawah ini. Yuuk baca!

.

.

.

Epilog/Omake

“Cih, soal nomor ini pakai rumus apaan sih? Jelas-jelas pertanyaan yang semacam ini belum pernah dipelajari!”

Dawon berseru kesal. Sepertinya seruan gadis itu terlalu keras sehingga membangunkan Gyujin yang awalnya tertidur menjadi terbangun. Gyujin membuka matanya. Awalnya lelaki itu berdecak kesal karena Dawon menganggu waktu tidurnya tapi semua itu terhenti ketika Gyujin memperhatikan Dawon mulai memakai kacamatanya dan kembali serius mengerjakan tugasnya.

Gyujin tersenyum menyeringai. “Untuk apa aku tidur lagi? Pemandangan di depanku kali ini jauh lebih menarik.”

Dan alhasil, selama Dawon mengerjakan tugas matematikanya. Sepertinya gadis itu tidak menyadari bila Gyujin terus menatapnya tanpa berkedip. Serius, tanpa berkedip. Sayang sekali bila Gyujin melewatkan momen menatap Dawon yang kelewat cantik hanya gara-gara berkedip.

Apalagi diam-diam lelaki itu juga mengambil ponsel Dawon yang tergeletak begitu saja di belakang Dawon. Makanya, diam-diam Gyujin juga memainkan ponsel milik gadis itu tetap dengan pandangan menatap Dawon.

Bagaimana caranya? Hanya Gyujin yang tahu ‘-‘

.

.

.

-end-

(beneran)

Advertisements

3 responses to “[Ficlet] Glasses

Spacer, leave a reply pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s