[Chaptered] I Will Reach You – Page.2

i-will-reach-you

“Dia bukan tipeku. Lagipula, dia terlalu berisik.” 

~  I Will Reach You ~

by: Sonnenblume21

WJSN Bona, MONSTA X Hyungwon

Romance, School Life

General

Chaptered fiction

Page.1

***

Bona berjalan santai sembari bernyanyi-nyanyi di koridor sekolah. Matanya bergerak memerhatikan lapangan, barangkali objek yang dicarinya sedang berada tak jauh dari sana. Dan, yah, tepat sekali. Hari ini Hyungwon ada kelas olahraga dan Bona sengaja ijin bolos kelas hanya untuk melihat pujaan hatinya itu.

“Wah, Hyungwon-oppa!” Bona bersembunyi di balik pilar besar. Kalau sampai salah seorang guru mengetahui ia bolos kelas, maka habislah dia.

“Astaga, Hyungwon-oppa benar-benar sangat keren.” Bona meletakkan kedua tangan di pipinya saat melihat Hyungwon mulai berlari mengitari lapangan. Ia lalu mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan membidikkan kamera ke arah Hyungwon.

Ckrik. Ckrik.

“Wah, lihat skill memotretku ini.” Bona memuji hasil potretannya. “Bahkan dari jarak sejauh ini Hyungwon-oppa tetap tampan.”

Belum puas dengan apa yang dilakukannya, Bona terus saja membidikkan kamera ponselnya diam-diam.

“Apa yang kau lakukan?”

“Memotret Hyungwon-oppa.” Jawab Bona tanpa menoleh. Lihatlah poster tubuhnya yang seperti model itu. Bukankah dia sangat keren.. dan juga seksi?”

“Lalu bagaimana denganku?”

Hening.

Bona perlahan menoleh dan mendapati sang guru olahraga berdiri di belakangnya. Bona nyengir. Tanpa tedeng aling-aling, Pak Guru Kim menjewer telinga Bona.

“Siapa yang mengijinkanmu bolos kelas hari ini?” tanyanya galak.

“Aw, aw, aw! Pak, aku hanya tidak sengaja lewat sini.” Bona mengaduh memegangi telinganya.

“Oh, benarkah?” Pak Guru Kim bertanya sarkatis.

Kegaduhan yang disebabkannya, membuat Hyungwon menoleh dan menyadari keberadaan gadis itu. Dengan telinga masih terjewer, Bona melambaikan tangannya ke arah Hyungwon. Tanpa perlu merespon Bona, Hyungwon memalingkan wajahnya.

“Hei, dia melambaikan tangan ke arahmu.” Ujar Jooheon.

“Aku tahu.” Jawab Hyungwon pendek.

“Aw, dingin sekali.” Cibir Jooheon dengan wajah datar.

Hyungwon diam-diam melirik Bona. Ia tidak tahu apa yang dilakukan gadis itu di sana. Tapi terkadang tingkahnya itu tidak masuk akal dan diluar jangkauan pemahaman Hyungwon.

“Sekarang cepat kembali ke kelasmu!” perintah Pak Guru Kim. Tangannya kini sudah tidak menjewer gadis itu lagi. “Dan..” guru berambut cepak itu merebut ponsel dari tangan Bona, “..aku akan menyita ponsel ini. Temui aku pada jam istirahat nanti.”

Bona memajukan bibirnya tanda kesal.

“Jangan memasang wajah seperti itu. Cepat kembali ke kelasmu!”

***

“Siapa suruh kau bolos kelas.” Komentar Exy ketika Bona menjelaskan apa yang terjadi.

Bona sedang meletakkan kepalanya lesu di atas meja. “Kau samasekali tidak membantu.”

“Memangnya apa yang perlu kubantu? Itu semua kan salahmu. Kenapa kau bolos kelas? Memangnya dunia ini akan runtuh kalau kau tidak mengambil fotonya satu hari saja?” omel Exy panjang lebar.

“Hari ini dia menggunakan gaya rambut yang berbeda!” Bona membela diri.

Exy memutar kedua bola matanya, tidak tahu apa yang harus dilakukan pada sahabatnya ini. “Sudahlah, cepat temui Pak Guru Kim dan dapatkan kembali ponselmu sebelum dia menghapus semua foto Hyungwon-oppa-mu itu.”

“Ah, Pak Guru Kim pasti akan mengadukanku pada Ibu Guru Shin kalau aku bolos pelajaran biologinya hari ini. Aku pasti akan mendapat hukuman. Huhuhu.”

“Kau memang pantas dihukum.” Sahut Exy.

Bona melirik Exy sebal. “Jahat sekali.”

“Jadi kapan kau akan menemui Pak Guru Kim? Kau ‘kan juga harus mengantar bekal makanan untuk Hyungwon-sunbae.” Exy mendorong kotak bekal milik Bona.

“Ah, iya! Hyungwon-oppa!” Bona segera bangkit dari duduknya dan menyambar kotak bekal di atas mejanya. “Aku pergi dulu!”

Exy berdecak tak percaya saat sahabatnya itu pergi secepat kilat saat mendengar nama Hyungwon. Memangnya apa, sih, yang dilakukan pemuda itu hingga Bona tergila-gila padanya?

***

“Hyungwon-oppa, annyeong!” panggil Bona saat dia bertemu Hyungwon di koridor sebelum memasuki kafetaria.

Are we going to see another Bona’s Love Attack?” bisik Jooheon pada Hyungwon dengan senyum mengolok.

“Oppa, aku memasak ayam tepung, udang asam manis, dan cumi saus lada hitam hari ini. Ini adalah resep yang baru kupelajari, tapi Oppa tidak perlu khawatir dengan rasanya. Aku berani jamin rasanya mirip seperti di rumah-rumah makan terkenal itu.” Ujar Bona sebelum menyerahkan dua kotak bekal pada Hyungwon dan Jooheon.

“Wah, kau memasak untukku juga? Terimakasih, Bona.” Jooheon menerima pemberian Bona dengan senang hati. Ia mengintip kotak bekal makannya, seketika aroma masakan menguar menggoda indra pengecapannya.

“Kelihatannya enak.” Puji Jooheon. “Oh, iya kulihat tadi kau mendapat masalah dengan Pak Guru Kim. Apa kau akan menemuinya?” tanyanya.

Bona sontak memajukan bibirnya mendengar nama itu. “Ah, iya. Pasti aku akan dihukum karena ketahuan membolos, hihi.”

“Memangnya apa yang kau lakukan di sana tadi?” Jooheon tertawa.

“Oh, aku hanya mencari udara segar. Pemandangan hari ini sangat bagus.” Sahut Bona sembari tersenyum-senyum menatap Hyungwon.

“Yah, cepat temui Pak Guru Kim.” Hyungwon mengingatkan Bona, sebelum gadis itu semakin menjadi-jadi.

“Ah, benar. Kalau begitu, sampai jumpa, Oppa, Sunbae! Annyeong~” Bona melambaikan tangannya.

Ne, annyeong.” Jooheon membalas lambaian tangan Bona antusias.

“Aku masih tidak mengerti kenapa kau belum juga jatuh cinta padanya. Kalau aku jadi kau, aku pasti sudah cinta mati padanya. Dia ceria, jago olahraga, dan juga pandai memasak. Tidak lupa, dia juga sangat cantik.” Komentar Jooheon saat Bona sudah hilang dari pandangan mereka.

“Dia bukan tipeku. Lagipula, dia terlalu berisik.” Hyungwon beralasan.

“Aku benar-benar tidak mengerti. Bukankah itu bagus? Dia adalah orang yang tepat untukmu. Dia periang dan menyenangkan, sementara kau pasif dan sangat membosankan.” Jooheon tertawa, sementara Hyungwon tidak mengerti di mana letak lucunya.

“Lupakan. Mereka mungkin sudah menunggu kita.” Hyungwon mengubah arah pembicaraan dan berjalan memasuki kafetaria.

“Hei, kenapa kalian lama sekali?” keluh Kihyun saat melihat Jooheon dan Hyungwon.

“Ah, Hyung, kalian terlalu lelet. Kami sudah membeli makanan kami duluan.” Imbuh Changkyun.

“Apa maksudmu dengan lelet?” Jooheon memelototi Changkyun. “Kami baru saja berhasil bertahan dari serangan cinta Bona.”

What kind of love attack?” Shownu tertawa.

“Tadaa! Bona memasakkan ini untukku.” Dengan bangga, Jooheon mengeluarkan kotak bekal pemberian Bona.

“Ey! Bisa-bisanya dia memasak untukmu, tapi tidak untuk kami? Tidak adil!” Minhyuk bersuara, berusaha merebut kotak bekal milik Jooheon, namun pemuda itu memiliki tangan yang lebih gesit dari kelihatannya sehingga berhasil menyelamatkan makanannya.

“Ini milikku, Lee Minhyuk. Makan saja makananmu.”

Jooheon, Changkyun, Kihyun dan Minhyuk kini mulai berebut kotak bekal makanan milik Jooheon, sementara Shownu dan Hyungwon hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman-temannya.

“Yah, berhenti berebut. Ini, makan saja milikku.” Hyungwon bersuara dan meletakkan kotak bekal miliknya di atas meja dan membiarkan teman-temannya menghabiskan isinya.

Jooheon menoleh ke arah Hyungwon dengan tatapan seolah bertanya, Apa yang kau lakukan pada makanan yang sudah susah-susah dimasak khusus untukmu?—begitulah. Sedangkan pemuda yang ditatap hanya mengedikkan bahu, membuat Jooheon menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Wah, Bona benar-benar pandai memasak.” Kihyun memberi komentar dengan mulut penuh makanan.

Shownu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.

“Apa kubilang?” Timpal Jooheon.

“Memang apa yang kau bilang, Hyung?” Changkyun bersuara sembari mencomot ayam tepung di hadapannya.

“Bahwa selain cantik dan lucu, dia juga jago memasak. Aku sudah bilang pada Hyungwon, lebih baik terima saja cintanya.” Sahut Jooheon.

“Benar sekali.” Shownu bersuara. “Kau benar-benar tidak tertarik padanya, ya?”

Alih-alih menjawab, Hyungwon hanya diam saja sambil menyesap minumannya.

Minhyuk mengangguk-angguk membenarkan. “Benar, Chae Hyungwon, kenapa kau tidak mengencaninya saja? Seandainya aku jadi dirimu, aku pasti tidak akan membiarkan dia pergi.”

“Ya, sayangnya kau bukan diriku.” Gumam Hyungwon.

.

.

.

.

.

…to be continued-

***

Here’s the second part! Sebenarnya agak gimanaaa gitu ngelihat Hyungwon sok dingin XD tapi Wonho sendiri bilang kalau Hyungwon itu tipe-tipe tsundere yang agak susah nunjukin perasaan dia yang sebenarnya :”D

Terus Bona-nya juga jadi bawel banget di sini ya XD

Imagine aja mereka berdua bentuknya(?) begini:

Bona with her cheerful, bubbly personality

IMG_20160714_142441.jpg   

dan Hyungwon dengan ke(sok)tsundere-an dan ke(sok)dinginan-nya >_<

 tumblr_og3iw3Qc161v46ur6o1_400.jpg

(cr: picture do not own by me)

Advertisements

5 responses to “[Chaptered] I Will Reach You – Page.2

  1. Pingback: [Chaptered] I Will Reach You – Page.4 | WJSN Fanfiction Indonesia·

  2. Pingback: [CHAPTERED] I WILL REACH YOU – PAGE.3 | WJSN Fanfiction Indonesia·

Spacer, leave a reply pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s