[Chaptered] I Will Reach You – Page.4

i-will-reach-you

“…..may I steal your heart from him?”

~ I Will Reach You ~

by: Sonnenblume21

WJSN Bona, MONSTA X Hyungwon

Romance, School Life

General

Chaptered fiction

Page.1 | Page.2 | Page.3

***

 

“Apa kau sudah gila?” pertanyaan yang dilontarkan Exy saat Bona menceritakan taruhannya dengan Hyungwon.

“Tidak—maksudku, kenapa kau melakukan itu? Bukankah sudah jelas akhirnya akan seperti apa?” sambungnya, gemas. Hari ini masih terlalu pagi, hanya ada beberapa siswa di dalam kelas termasuk Bona dan Exy yang sedang duduk di bangkunya masing-masing.

Bona meletakkan kepalanya di atas meja. “Mm.. yah.. aku tidak punya pilihan lain.” Jawabnya ragu-ragu.

“Yah, apa kau pikir alasan kenapa dia tidak berkencan karena ia tidak bisa? Apa kau pikir tidak ada gadis yang mau menjadi kekasihnya? Kalau ia mau, hari ini juga dia bisa berkencan dengan siapapun.”

Bona mengangkat kepalanya, antusias. “Itu dia yang aku maksud! Alasan kenapa dia selama ini tidak berkencan bukan karena dia tidak bisa, ‘kan? Dia bisa dengan mudah berkencan dengan gadis manapun yang ia sukai, tapi dia tidak melakukannya. Kenapa? Itu berarti dia sedang tidak menyukai siapapun.” Jawabnya riang sembari menjentikkan jemarinya.

“Yah, mungkin saja dia tidak tertarik pada wanita.” Ceplos Exy kesal.

Bona menatap tajam Exy. “Apa maksudmu?”

“Tapi kemarin dia mengatakan hal ini padaku,” Bona membenahi duduknya, “dia bilang, ‘akan menjadi aneh kalau aku tidak tertarik kepadanya’.” Bona meniru ucapan Hyungwon.

“Tertarik pada siapa?” tanya Exy penasaran.

“Pada murid pindahan dari Jepang itu.”

Exy mengernyitkan keningnya. Well, semua orang tahu tentang gadis itu. Kim Seola tengah menjadi topik pembicaraan hangat di sekolah karena rambut hitam panjang dan bibir merahnya—para siswa menjulukinya snow white. Penampilannya yang feminin serta pembawaannya yang kalem seolah menjadi magnet tersendiri yang menarik atensi orang-orang di sekitarnya—tidak terkecuali Hyungwon.

Kekesalan Exy menguar entah kemana. Kalau benar itu yang dikatakan Hyungwon, maka apakah artinya Bona tidak punya kesempatan? Exy tiba-tiba merasa iba pada sahabat karibnya itu.

“Kau yakin Hyungwon-sunbae tidak menyukainya?” Exy bertanya hati-hati.

Bona tampak berpikir, kemudian mengedikkan bahunya. “Aku tidak tahu. Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa.” Exy menggelengkan kepalanya. Mendengar jawaban Bona, antara sedih dan senang, dia yakin gadis itu tidak tahu apa-apa mengenai Seola.

“Kau tahu? Aku benar-benar khawatir padamu, Bodoh. Bagaimana kalau kau benar-benar terluka kali ini?” Exy menatap Bona cemas.

Mendengar ucapan Exy, Bona menatap tak percaya pada gadis berambut sebahu itu.

“Yah, kau kenapa? Tidak biasanya kau seperti ini.” katanya, sambil tertawa.

Exy hanya bisa menghela nafas tanpa bergeming sedikit pun. Bona pun menghentikan tawanya saat melihat wajah Exy yang nampak serius.

“Hey, jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja.” Ia menepuk pundak Exy. We live on a blue planet that circles around a ball of fire next to a moon that moves the sea, and you don’t believe in miracles?”

Exy mengulum senyum. “Yah, dari mana kau mencuri kalimat itu?”

“Dari website yang kubaca tadi malam. Keren, bukan?” Bona memamerkan deretan gigi putihnya sembari tertawa-tawa. Mau tidak mau, Exy pun ikut tertawa.

Kalau Kim Seola bisa menarik perhatian orang-orang dengan penampilan anggunnya, maka Kim Bona mampu mengubah atmosfir di sekelilingnya menjadi lebih hidup. Berada di dekat gadis itu bisa membuatmu tak ingin berhenti tersenyum sepanjang hari.

***

 

Seperti hari-hari lainnya, Bona berjalan riang di lobi sekolah dengan sekotak bekal makanan di tangannya. Ini sudah seperti aktivitas rutin baginya mengantar makan siang untuk Hyungwon. Tidak peduli dia memakannya atau tidak, tetapi paling tidak lelaki itu bisa melihat usaha yang Bona lakukan.

Hari ini Hyungwon memiliki jadwal kelas di school greenhouse dan biasanya akan selesai sedikit telat. Bona duduk di salah satu bangku depan greenhouse sambil memainkan kakinya. Bona menegakkan tubuhnya saat beberapa siswa keluar dari ruang itu, berharap pemuda yang ia cari segera muncul. Alih-alih melihat Hyungwon, ia justru mendapati senyuman Wonho menyapanya dari pintu greenhouse.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” Wonho menghampiri Bona.

“Ah, aku menunggu Hyungwon-oppa.” Jawab Bona, tak lupa memamerkan senyumnya.

Wonho mengambil duduk di sebelah Bona. “Hyungwon mungkin akan keluar sedikit lama, kulihat tadi ada beberapa masalah dengan tanamannya.”

Bona hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan Wonho.

Wonho tidak melanjutkan ucapannya. Dalam beberapa detik, tidak ada yang saling bicara sebelum akhirnya Bona mendengar Wonho menghembuskan nafasnya keras-keras.

“Bona, boleh aku mengatakan sesuatu?”

Bona melihat ke arah Wonho dengan tatapan, apa itu?

“Kau.. sudah mengatakan pada Hyungwon kalau kau menyukainya, ‘kan?”

Bona mengangkat kedua alisnya. “Iya, memangnya ada apa, Sunbae?”

Wonho mengalihkan pandangannya. “Tidak, aku hanya suka gadis yang jujur dan pemberani sepertimu.”

Bona terdiam. Matanya berkedip kebingungan.

Kali ini, Wonho menatap lurus ke dua manik milik Bona. “Kalau kau menyukai Hyungwon, bolehkah aku menyukaimu?”

Ne?!” Bona membulatkan matanya. Ia benar-benar terkejut dengan pengakuan Wonho yang ia rasa sangat tiba-tiba ini.

“Aku menyukaimu, Kim Bona. Aku tahu kau sedang menyukai Hyungwon sekarang, itu sebabnya aku tidak akan memaksamu. But, starting from now on, may I steal your heart from him?”

***

 

“Ini gila! Ini gila! Ini gila!” Bona mencak-mencak memasuki ruang kelas.

“Ada apa?” Exy mengalihkan pandangannya ke arah Bona yang kini duduk di hadapannya.

Kemudian Bona menceritakan apa yang baru saja terjadi. Sedetail-detailnya dan sejelas-jelasnya.

“APA?”

Bona menutup mulut Exy yang berteriak karena shock.

“Sudah kubilang jangan keras-keras!” bisik Bona, melepaskan bekapan tangannya dari mulut Exy.

“Yah, ini namanya, tidak dapat bintang, bulan pun jadi!” pekik Exy, tertahan.

“Kenapa kau senang sekali?”

“Yah, kau sungguh beruntung, Kim Bona! Bukankah Wonho-sunbae tidak kalah keren dari Hyungwon-sunbae? Dia juga baik dan ramah! Ini seperti mendapatkan durian runtuh!” Exy menggoyang-goyangkan tubuh Bona dengan girang.

Sementara pemilik tubuh yang badannya digoyang-goyang hanya menatapnya dengan lesu.

“Beruntung apanya! Saat Wonho-sunbae menyatakan perasaannya padaku, Hyungwon-oppa ada di sana dan mendengar semuanya.”

Exy menghentikan aktivitasnya dan beralih menatap Bona. “Oh, ya? Lalu apa yang dia katakan? Apakah dia marah?”

“Tidak, justru sebaliknya! Dia bilang dia ikut senang bahkan sempat mengucapkan selamat padaku! Argh, my ship is sinking.” Bona mengetuk-ngetukkan kepalanya ke atas meja.

Well, yah, itu agak tertebak. Maksudku, kau bilang kau sudah menyukainya sejak empat tahun yang lalu. Dan dia pun samasekali tidak menunjukkan respon positif terhadap usaha-usaha yang sudah kau lakukan. Aku tidak tahu kenapa kau tidak berhenti juga.”

Bona mengangkat kepalanya sedikit demi melihat wajah Exy. “Kau pikir aku tidak mencobanya? Aku sudah berkali-kali berusaha mengabaikan dia, tetapi, setiap kali aku berusaha melupakan dia, semakin aku memikirkannya. Semakin aku berusaha membencinya, aku semakin jatuh cinta padanya.”

Bona menghembuskan nafas dengan kasar. “Terkadang aku berharap aku tidak pernah bertemu dengannya.”

“Bertemu siapa?” Changkyun yang baru saja masuk kelas, menyahuti ucapan Bona.

“Bertemu kau.” Sergah Exy cepat.

Changkyun tidak menggubris perkataan Exy dan duduk di hadapan Bona. “Hey, Bona. Ada apa? Kau tampak lesu.” tanyanya.

Exy menjitak kepala Changkyun pelan. “Sudah kubilang panggil Noona! Meskipun kita seangkatan, tapi kami lebih tua setahun darimu.”

“Aish.” Changkyun mengusap bekas jitakan Exy. “Bona, kau lebih suka kupanggil Noona atau tidak?”

Bona terkekeh. “Tidak perlu, Im Changkyun. Aku tidak ingin terdengar tua.”

Changkyun menatap Exy dengan tatapan, dengar sendiri, ‘kan?! Sementara Exy hanya memutar kedua bola matanya, acuh.

“Jadi, ada yang mau menjelaskan kenapa Putri Bona nampak tidak ceria hari ini?” tanya Changkyun lagi.

“Seseorang baru saja menyatakan cinta padanya.” Alih-alih Bona, justru Exy yang menjawab.

“Chu Exy!” Bona memberikan tatapan tajam pada sahabatnya.

“Wah, siapa? Hyungwon-hyung?” tanya Changkyun yang dibalas gelengan dari Bona. Kemudian, Exy menceritakan pada Changkyun semua yang Bona ceritakan kepadanya.

“Whoa, apakah ini cinta segitiga?” Changkyun menganga takjub. “Hey, Bona! Kau tidak bisa mendapatkan Hyungwon-hyung, tetapi malah membuat Wonho-hyung menyukaimu. Kenapa kau tidak bersama dia saja?”

“Aku sudah mengatakan itu padanya.” Timpal Exy.

Bona menyandar lesu pada kursinya. “Tapi kan aku sukanya pada Hyungwon-oppa…”

“Benar juga…” gumam Changkyun.

“Baiklah, Kim Bona! Kau tidak perlu khawatir, ada aku di sini. Im Changkyun akan membuat Chae Hyungwon jatuh cinta padamu!” Changkyun menepuk-nepuk dadanya.

“Aku sudah melakukan semuanya sejak empat tahun yang lalu, apa yang membuatmu yakin kalau rencanamu akan berhasil?”

“O-oh, apakah Kim Bona akan menyerah sekarang?” Exy berkomentar.

“Kau bilang kau sudah berusaha membuat Hyungwon-hyung jatuh cinta padamu selama empat tahun ini, lalu kenapa berhenti sekarang?”

“Yah, jangan menyemangatinya!” Seru Exy. Bayangan taruhan Bona dan Hyungwon serta kemungkinan Hyungwon menyukai Seola kembali terlintas di benak Exy.

“Memangnya kenapa? Dia bilang dia masih menyukai Hyungwon-hyung.” Jawab Changkyun sebelum tatapannya kembali ke arah Bona. “Hei, kau ingat masih ada lomba yang diadakan Walikota untuk memperingati hari jadi kota yang ke-32? Kau bilang akan memainkan alat musik tradisional?” tanya Changkyun, antusias.

Mata Bona kembali berbinar. “Ah, kau benar! Aku sudah berlatih selama beberapa minggu terakhir.” Bona menunjukkan buku-buku jarinya yang lecet dan tampak mengeras.

“Woooo~ Kim Bona! Kau benar-benar melakukannya!” seru Changkyun takjub. “Aku yakin kali ini usahamu pasti sukses.” lanjutnya seraya mengedipkan satu matanya.

Wajah Bona berubah, seolah-olah keresahan yang dirasakannya menguap begitu saja. Kini dirinya seolah dipenuhi aura positif.

Dengan mengepal salah satu telapak tangannya, Bona menatap Changkyun yakin.

“Oke, Kim Bona, fighting!

Fighting!

.

.

.

.

.

…to be continued-

***

Advertisements

3 responses to “[Chaptered] I Will Reach You – Page.4

  1. Pingback: [CHAPTERED] I WILL REACH YOU – PAGE.6 | WJSN Fanfiction Indonesia·

  2. Asdfghjkl ;A;
    W-wonho aaaaaaaaaaa
    Kalau udah ada wonho disini aku jadi susah mau fokus hyungwon x bona 😂🔫

    Like

Spacer, leave a reply pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s